Michael Owen Berbagi Soal Cara Pembinaan Sepak Bola

MakassarOKE — Mantan striker timnas Inggris, Michael Owen, menyambangi Indonesia pada Senin, (5/2/2018). Saat ditemui di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Owen bercerita tentang pengembangan sepak bola di tanah airnya.

Memiliki salah satu liga terseru di dunia, Inggris menjadi salah satu produsen pemain bola andal dunia. Owen menjadi salah satu pemain yang mencolok dan sempat menyabet gelar pemain terbaik Ballon d’Or pada 2011 silam, saat usianya masih 22 tahun.

Pembinaan sejak dini menjadi kunci Inggris menjadi salah satu poros penghasil pesepakbola dunia. “Ketika muda inilah waktu untuk belajar teknik. Hal itu tertuang dalam kurikulum pembinaan dan kami punya itu dalam struktur sepak bola Inggris. Pemain 5-6 tahun di Inggris sudah bermain bagaimana belajar kontrol dan teknik dasar (bermain bola),” kata Owen.

Jika telah menguasai teknik dasar, para bibit muda ini kemudian dilatih teknik pendalaman. Aspek-aspek sepak bola yang lebih tinggi, dipelajari mulai umur 12-13 tahun.

“Banyaknya pelatih, partisipasi yang tinggi, juga fasilitas yang memadai akan menambah baik kualitas sepak bola di suatu negara,” kata eks penyerang Liverpool itu.

Memasuki umur 20 tahun, akan menjadi ujian bagi tiap pemain bola. Owen mengatakan meski berprestasi di tingkat junior, berada di level senior merupakan hal yang mudah. Tingkat mental dan keberanian pemain untuk bertarung di lapangan akan banyak teruji di umur ini.

Owen mencontohkan di Inggris pada zamannya, banyak pemain muda potensial. Setidaknya ada 15 pemain setiap tahunnya yang menonjol dan memiliki masa depan cerah. Namun hanya sedikit yang mampu bertahan di level senior dan bahkan masuk ke tim nasional.

“Dulu saya sering bertemu dengan lawan dengan badan tinggi besar. Namun saya menolak menyerah dan mencoba mengalahkannya dengan kecepatan saya,” kata dia.

Ia mengatakan pemain yang sukses berkembang, adalah mereka yang mampu menjaga talenta dan memanfaatkan kesempatan. Kombinasi itu Owen sebut sebagai kunci untuk masuk ke level yang lebih tinggi.

“Kami harus menjadi pemain multitalenta. Ketika kamu ingin sukses, harus belajar dan saya rasa jika sudah ada talenta, akan lebih mudah lanjutnya,” kata dia.

Owen mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan sepak bolanya. Apalagi antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola ia nilai sangat besar.

Hal itu pula yang membuatnya berencana membuat sekolah sepak bolanya sendiri di Indonesia. Owen merupakan eks pemain Liverpool, Real Madrid, Newcastle United, Manchester United, dan Stoke City. Ia mengakhiri karirnya cukup cepat, karena cedera lutut yang ia derita.

Michael Owen menjadi penyerang andalan tim nasional Inggris di tiga Piala Dunia. Ia menorehkan catatan 168 gol bagi klub. Di timnas, ia mencetak 40 gol dari 89 penampilan. Ia menjadi pemain terbanyak kelima yang mencetak gol bagi negaranya.

Sumber: Tempo.co 

LEAVE A REPLY