Ini Dia Asal Usul Nama Starbucks

MakassarOKE – Label kopi Starbucks benar-benar ikonik. Bahkan tanpa melihat logonya, kita bisa membayangkan produknya hanya dengan mendengar namanya saja. Namun, tahukah kalian apa arti nama label minuman kopi yang terkenal ini dan hubungannya dengan gambar wanita yang menjadi ikon pada logonya? Dilansir dari laman Reader’s Diggest, gambar wanita pada logo label kopi terkenal ini merupakan makhluk mitologi yang disebut siren, yang merupakan seorang peri laut.

Semula, Gordon Bowker yang merupakan co-founder Starbuck berniat menamakan perusahaan kopi ini dengan “Cargo House”. Sesuatu yang mungkin tidak akan membuatnya sebesar sekarang bila terjadi. Sang pemilik juga menjelaskan bahwa gerai kopi ini juga sempat akan diberi nama “Pequod” nama kapal milik Kapten Ahab dalam kisah epik Moby Dick yang bercerita tentang perburuan paus. Namun Terry Heckler, konsultan merek yang merancang logo lini tersebut, tidak terlalu menyukai nama itu. Heckler lebih menyukai kata-kata yang seolah memiliki kekuatan seperti yang dimulai dengan fonem “st”.

Inilah awal munculnya sebuah merek yang pada tahun 2016, telah berkembang hingga lebih dari 25.000 gerai. Dari sana, Bowker membuat daftar kata-kata “st”. Tetapi, Starbucks tidak ada di dalam daftar yang dibuatnya. Ketika Bowker dan teman-temannya mencoba untuk menemukan nama bagi gerai mereka, Heckler mengeluarkan peta gunung Rainer dan Cascade tahun 1800an. Dalam peta tersebut, terdapat salah satu kota pertambangan bernama Starbos yang sangat menarik perhatian Bowker.

Kemudian, mereka menambahkan huruf “s” dibelakang kata tersebut agar terdengar lebih “enak” saat diucapkan. Perusahaan itu berpikir bahwa nama “Starbucks” seolah membangkitkan “romantisme laut lepas dan tradisi pelayaran saat awal mula masa perdagangan kopi”. Namun, Bowker tidak menyetujui hal ini. Ia berpendapat bahwa kisa Moby Dick tidak ada hubungannya dengan kopi mereka.

Menurutnya, ini hanya suatu kebetulan yang membuatnya terdengar masuk akal. Adapun logo siren yang semula menggambarkan makhluk yang lebih menakutkan, berangsur-angsur diganti menjadi logo yang lebih ramah dan menyerupai putri duyung. Bagaimanapun bagi beberapa orang, nama tersebut tidak lagi dihubungkan dengan kapal, paus, atau lautan. Mereka lebih mengingatnya sebagai tempat ngopi yang enak.

 

LEAVE A REPLY