Antisipasi Antar ‘Tuyul’, GO-JEK Kampanyekan Hapus GPS Palsu

Ki-Ka: Michael Reza Say - VP Corporate Communications GOJEK Indonesia, Rindu Ragilia - PR Manager GOJEK Indonesia, Anandita Danaatmadja - Strategic Region Head Kalimantan Sulawesi

MakassarOKE, makassar – GO-JEK memperkenalkan kebijakan #HapusTuyul sebagai upaya dalam mengkampanyekan anti tuyul, dengan menghapus aplikasi GPS palsu, yang kini kian marak digunakan oleh para mitra driver GOJEK dalam melakukan transaksi.

Kampanye #HapusTuyul ini dibentuk atas dasar aspirasi mitra driver yang menemukan masalah setiap mendapatkan order.

Michael Say, VP Corporate Communications GOJEK menjelaskan adanya kecurangan yang dilakukan oleh mitra driver dalam transaksi order, menggunakan aplikasi GPS palsu. Melalui kebijakan #HapusTuyul ini GOJEK mengembangkan sistem untuk mendeteksi mitra driver yang menggunakan GPS palsu.

“Kami mendengar aspirasi mereka, dan penggunaan aplikasi tuyul termasuk hal yang meresahkan mitra kami. Kami memahami hal ini dan mengembangkan sistem untuk mendeteksi keberadaan aplikasi tuyul atau GPS palsu di HP mitra.” ungkap Michael.

Penggunaan aplikasi tuyul, kata Michael, merupakan tindakan curang yang akan merugikan mitra sendiri dan juga mitra lainnya yang bekerja dengan jujur.  Beberapa oknum mitra menggunakan aplikasi tuyul untuk mendapatkan keuntungan dengan cara tidak adil. Padahal, dengan menggunakan GPS palsu di aplikasi GO-JEK justru akan membahayakan data dari akun mitra tersebut. “Pengunaan aplikasi juga membuat HP mitra rentan terhadap program-program jahat yang bisa dibawa oleh aplikasi tuyul,” kata Michael

Lebih lanjut Michael menjelaskan, “kami di GO-JEK selalu menjunjung tinggi kejujuran dan kami berharap para mitra driver juga dapat senantiasa jujur serta menghargai keadilan dan kesetaraan. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada semua mitra driver yang masih memasang aplikasi tuyul untuk segera menghapus aplikasi tersebut.” Kebijakan #HapusTuyul akan diberlakukan secara bertahap terlebih dahulu ke beberapa kota termasuk kota Makassar.

Sementara itu Anandita Danaatmadja, Strategic Regional Head GOJEK kalimantan Sulawesi menambahkan, sebelum melakukan implementasi kebijakan #HapusTuyul, GO-JEK akan mengirimkan notifikasi ke HP mitra yang menggunakan aplikasi tuyul. “Dengan pengiriman notifikasi ini, kami memberikan kesempatan kepada para mitra untuk kembali bekerja dengan jujur. Kami sadar mungkin beberapa mitra tidak paham bahwa pemanfaatan aplikasi tuyul ini termasuk tindakan curang yang tidak diperbolehkan di GO-JEK,” kata Anandita.

“Melalui kebijakan ini, kami tidak serta merta menjatuhkan sanksi bagi para mitra yang memiliki GPS palsu. Akan tetapi kami memberi kesempatan kepada mereka untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keadilan dalam lingkungan kerja, “ ujar Anandita.

Pihak GOJEK menegaskan bagi mitra driver yang masih memasang dan memanfaatkan aplikasi tuyul setelah masa sosialisasi, akan mendapatkan sanksi sesuai dengan kode etik yang berlaku

LEAVE A REPLY