Bahan Kampanye BERSALAM Dijegal, Jubir BERSALAM: Itu Bentuk Upaya Mencederai Demokrasi

MakassarOKE, Pinrang – Bahan kampanye berupa sarung dari pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Pinrang nomor urut 1, Abdul Latif dan Usman Marham, yang sempat dijegal oknum tidak bertanggungjawab yang terjadi di Desa Pajalele, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Minggu (3/6/2018) dini hari, langsung mendapat tanggapan dari Juri Bicara BERSALAM, Amri Managkasi.

Amri mengatakan, pihaknya menyesalkan perbuatan yang mengarah pada tindakan pidana tersebut. Karena, kata dia, hal itu merupakan salah satu bentuk upaya untuk mencederai proses demokrasi, yang saat ini berjalan tertib dan damai di Bumi Lasinrang, terlebih untuk mencederai paslon BERSALAM yang semakin unggul.

Amri menjelaskan, padahal sebelumnya Panwaslu Pinrang telah menetapkan paslon BERSALAM tidak dinyatakan melanggar, atas laporan dugaan politik uang dengan membagikan sarung, dalam kampanye di Kecamatan Mattiro Sompe beberapa waktu lalu. Sehingga, jelasnya, berdasarkan kajian yang dilakukan Panwaslu, sarung dikategorikan sebagai bahan kampanye, karena harganya tidak melebihi dari Rp 25 ribu.

“Perbuatan tersebut sangat keterlaluan dan sudah melewati batas. Kami akan melakukan kajian terlebih dahulu apakah itu termasuk pidana atau pelanggaran Pemilu. Yang pasti, menurut kami perbuatan tersebut sudah patut diduga sebagai pelanggaran,” katanya, Senin (4/6/2018).

Amri menghimbau, kepada simpatisan, relawan, dan pendukung BERSALAM untuk tetap tenang, dan tidak terpengaruh dengan perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut. Karena, jelasnya, Pilkada sebaiknya diwarnai dengan adu program dan gagasan.

“Persoalan ini kami serahkan kepada pihak Kepolisian dan Panwaslu, untuk berkerja dan memproses hingga tuntas,” tandasnya.

LEAVE A REPLY