Buka Workshop Percepatan Implementasi K.13, Rauf: Guru dan Kepsek Harus Jadi Sopir Handal

MakassarOKE, Gowa – Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni membuka Workshop Percepatan Implementasi Kurikulum 2013 (K.13) SMP Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2018, di Hotel Aerotel Smile, Makassar, Rabu (1/8).

Kegiatan yang diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari unsur Kepala Sekolah dan Pengawas se-Kabupaten Gowa ini akan digelar selama 5 hari kedepan.

Abd Rauf dalam sambutannya mengatakan bahwa, berbicara tentang kurikulum, kita pasti senantiasa merujuk pada sistem pendidikan nasional yang terkadung dalam undang-undang No 20 tahun 2003, yakni tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 butir 19. “Kurikulum ini berbicara tentang seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi dan bahan pelajaran serta cara digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu,” katanya.

Lebih lanjut, Wabup Gowa mengatakan bahwa, aspek penting dari kurikulum 2013 adalah pendidikan karakter yang diharapkan menjadi pondasi penting siswa dalam menyongsong pendidikan dan kehidupan di tingkat berikutnya melalui pengembangan kurikulum 2013, yang berbasis karakter dan kompetensi.

“Dengan dilaksanakannya kurikulum tersebut, kita berharap bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat dan masyarakatnya memiliki nilai tambah dan nilai jual yang bisa ditawarkan kepada orang lain di dunia, sehingga kita bisa bersaing, bersanding dan bahkan bertanding dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan global,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, program pemerintah pusat yang telah dicanangkan pada tahun 2018, seluruh sekolah di Indonesia sudah harus menggunakan kurikulum 2013 ini, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa harus berupaya mengambil langkah maju, dengan memastikan seluruh perangkat sekolah paham dengan kurtilas-kurtilas.

“Hal penting inilah yang perlu sama kita pahami, bahwa kunci kemajuan pendidikan ada di tangan guru-gurunya. Kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai manajemen manajer, jika kualitas bagus, kurikulum macam apapun yang diterapkan ke anak didik dipastikan hasilnya akan baik. Kita analogikan seperti mobil mewah triliunan rupiah dan sopirnya adalah para guru dengan demikian guru dan kepala sekolah harus menjadi sopir yang handal yang tidak hanya menguasai kendaraannya, tapi juga mengenal medan yang akan ditempuhnya dengan baik,” jelas mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra ini.

Diakhir sambutannya dia mengatakan, para guru dan kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memaksimalkan program pendidikan dengan memastikan kurikulum 2013 ini dalam sebuah pembelanjaan, dengan ciri utama Kurtilas yang berbasis karakter dan kompetensi dimana setiap anak diwajibkan untuk aktif dalam pembelajaran, sehingga krisis moral yang dihadapi bangsa kita seperti korupsi, narkoba, dan kenakalan remaja dapat diatasi dengan baik.

Sementara, Ketua panitia penyelenggara, Husein menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat implementasi kurikulum 2013 di jenjang SMP. “Dengan digelarnya workshop ini, diharapkan hasilnya dapat memaksimalkan pemahaman para guru, agar dapat mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY