Kembangkan Pelaku Ekonomi Kreatif, BEKRAF Luncurkan Aplikasi BISMA

Kepala Sub Direktorat Kerjasama Antar Lembaga Pemerintah Dalam Negeri, Sisca Suwitomo, Deputi Fasilitas HKI & Regulasi, Ari Juliano Gema, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Wawan Ruslawan, dan Owner & Designer Tyramona, Devy Ramona memberikan penjelasan terkait aplikasi terbaru BE KRAF pada event BISMA Goeslaw to Get Member di Macora Ballroom Hotel The Rinra Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis, 9 Agustus.

MakassarOKE, Makassar – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menggelar event BISMA Goes to Get Member (BIGGER) yang dihadiri sebanyak 300 pelaku ekonomi kreatif di Makassar, yang digelar di The Rinra Hotel, (9/7/2018).

Pada event BIGGER ini, BEKRAF memperkenalkan aplikasi BISMA Atau BEKRAF Information System in Mobile Aplication. Aplikasi ini merupakan program unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri dalam database resmi BEKRAF. Para pelaku kreatif bisa mengakses melalui aplikasi (android.ios) dan website BISMA di https://bisma.bekraf.go.id/.

Acara dibuka oleh Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, Bapak Ari Juliano Gema, S.H serta Kepala Bidang Usaha Koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Drs. Moh. Ichwan, M.M. Acara ini diharapkan akan mendukung komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor dengan BEKRAF untuk memudahkan pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menerima saran seputar ekonomi kreatif sehingga dapat dihasilkan pemetaan yang akurat serta dapat membantu dalam penyusunan kebijakan ekonomi kreatif dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif. Selain itu pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di BISMA akan lebih mudah dalam mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi ataupun mendapatkan pendukungan oleh BEKRAF dalam mengembangkan usaha kreatif mereka.

Dari hasil survey khusus ekonomi kreatif BPS dan BEKRAF, di tahun 2016 produk domestik bruto (PDB) ekonomi Kreatif tercatat 922,59 triliun rupiah. Angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) untuk KBLI Ekonomi Kreatif sebanyak 8.203.826 usaha.

Kegiatan BIGGER di Kota Makassar ini juga merupakan ajang berjejaring bagi para stakeholder ekonomi kreatif. Terdapat 37.375 pelaku ekonomi kreatif di Kota Makassar (menurut data BPS) yang 5 subsektor terbesarnya bergerak di subsektor kuliner sebanyak 24.490 usaha kreatif, subsektor fesyen 7.952 usaha kreatif, subsektor kriya dengan 3.189 usaha kreatif, subsektor penerbitan dengan 849 usaha kreatif dan subsektor fotografi dengan 287 usaha kreatif. Hal ini dinilai sangat potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif serta bagi BEKRAF untuk berkoordinasi dan memfasilitasi sehingga terjadi kolaborasi antar pelaku kreatif.

Selepas pembukaan, dilanjutkan dengan BEKRAF Session yang dihadiri oleh jajaran pejabat BEKRAF sebagai pembicara kunci yang hadir yaitu, Ari Juliano Gema, S.H. (Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi), Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M (Direktur Riset dan Pengembangan) dan Dra. Rita Dwi Kartika Utami, M.E. (Kepala Sub Direktorat Hubungan Antarlembaga Non Pemerintah Dalam Negeri). BEKRAF Session adalah sesi konsultasi dimana pelaku kreatif dapat berinteraksi langsung dengan Pejabat di lingkungan BEKRAF dan berdiskusi seputar peran BEKRAF dan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Pada sesi ini juga dipaparkan program kerja dari tiap kedeputian yang hadir agar para peserta yang hadir mengetahui program – program apa yang dimiliki oleh Bekraf sehingga dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan usaha.

“Dengan metode sosialisasi yang memberikan pengalaman nyata atau eksperiental, kami harap dapat memotivasi para pelaku disektor ekonomi kreatif untuk berkolaborasi dan memberikan inspirasi untuk mengembangkan usaha kreatifnya” ujar Ari Juliano Gema, S.H (Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi).

“Di tahun 2016 ekspor ekonomi kreatif berhasil mencapai 20 Miliar Dolar AS dan ada 16.91 juta jiwa atau 14.68% tenaga kerja di Indonesia yang bergerak di sektor ekonomi kreatif. Dengan dukungan aplikasi BISMA yang dikembangkan langsung oleh BEKRAF dalam membangun database ekraf yang terintegrasi, saya harap angka ini dapat terus meningkat” ujar Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M (Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif) dalam lanjutan Diskusi Panel.

Selepas BEKRAF Session, acara dilanjutkan dengan sesi Creative Talk yang menghadirkan narasumber Sisca Soewitomo (Pakar Kuliner Indonesia), Decy Ramona (Owner dan Designer Tyramona) serta Harjono Sukarno (Direktur PBMT Ventura). Pada sesi ini membahas mengenai inovasi dalam meningkatkan usaha ekonomi kreatif khususnya pada subsector kuliner dan fesyen serta solusi dalam hal pembiayaan bagi para pelaku ekonomi kreatif khususnya pembiayaan non perbankan. Diharapkan dengan berlangsungnya sesi ini peserta yang hadir menjadi paham akan pentingnya inovasi dan mengerti mengenai bagaimana cara mendapatkan tambahan modal dari sektor non perbankan. Guna menambah wawasan peserta terkait dengan sektor kuliner, maka terdapat pula sesi Demo Masak dari Ibu Sisca Soewitomo.

Pada sesi siang hari. Terdapat 2 Masterclass yang diisi oleh narasumber – narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu Master Class Business Model Menarik Hati Investor, oleh narasumber Andy Fajar Handika (Kulina.id), Master Class Creative Business Food dan Product Packaging, oleh narasumber Chef Adzan Tri Budiman (Pakar Kuliner Indonesia) dan Sugeng Untung (Designer Indonesia). Selain itu menjelang penutupan acara, terdapat juga Demo Masak dari Chef Adzan Tri Budiman.

Lebih menarik lagi, tampil juga brand-brand produk kreatif terpilih dari pelaku ekonomi kreatif lokal Makassar yang sudah bekerjasama dengan BEKRAF. “Mari berkolaborasi dan saling menginspirasi untuk ekonomi kreatif Indonesia yang lebih baik” tutup Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M.

LEAVE A REPLY