Pengamat Menilai Danny-ARA Pasangan yang Cocok di Pilwali 2018

MakassarOKE, Makassar  — Pada pemilihan wali kota Makassar 2018 mendatang, sejumlah kandidat memiliki peluang besar mendampingi petahana Mohammad Ramdhan Pomanto.

Salah satu politisi yang dianggap memiliki peluang besar adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali (ARA). ARA memiliki hubungan yang baik dengan Danny dan memiliki 7 kursi Partai Demokrat.

Bahkan, ARA juga telah memberikan isyarat siap berpasangan dengan Danny. Dalam banyak kesempatan Wakil Ketua DPRD Makassar itu menyatakan dirinya memang ingin menjadi calon wali kota namun jika tidak memungkinkan dirinya siap memilih opsi lain yakni menjadi calon wakil wali kota .

“Dengan prestasinya beliau (Danny), saya harus tahu diri, dan kalau memang partai memerintahkan, ya Saya siap untuk mundur satu langkah untuk mendampingi beliau,” kata ARA.

Lantas bagaimana jika pasangan Danny-ARA terwujud? Pengamat asal Universitas Muhammadiyah, Makassar, Luhur Andi Priyanto mengatakan, paket Danny-ARA adalah pasangan yang ideal karena bisa saling melengkapi. Danny teknokrat ulung danARA adalah politisi senior dengan pengalaman dua periode di DPRD Makassar.

“Saya kira ARA merupakan kandidat wakil yang paling prospektif bagi Danny. Pasangan Danny-ARA merupakan pasangan yang paling mungkin menggantikan Danny-Ical,” kata Luhur, Kamis (17/8/2017).

Luhur pun menyarankan ke Danny Pomanto agar memprioritaskan menggandeng kader Demokrat sebagai wakil. Karena kata Luhur, bagaimana pun Partai Demokrat lah yang menjadi pengusung utama di Pilwali Makassar sebelumnya.

“Meskipun sekarang realitasnya, internal Partai Demokrat mengalami faksionalisasi, tetapi seperti itulah dinamika organisasi. Memang tidak harus selalu bulat. Sepanjang ARA bisa membawa gerbong Demokrat, maka sudah menjadi keuntungan bagi Danny,” lanjutnya.

Luhur menambahkan bahwa kelebihan dari Danny-ARA karena incumbent, sehingga tentu punya banyak keuntungannya. Selain bisa memanfaatkan infrastruktur birokrasi dan ormas, kehadiran ARA sebagai ketua Demokrat juga bisa menggerakkan infrastruktur partai.

“Tantangan besar hanya akan terjadi ketika Deng Ical juga bisa tampil menjadi kontestan di Pilwali, maka akan terjadi fragmentasi basis pemilih Partai Demokrat,” tutup Ketua Jurusan Sospol Unismuh Makassar itu.

LEAVE A REPLY