Hari Ini, 20 November Diperingati Hari Anak Sedunia

MakassarOKE – Hari ini, Senin, 20 November 2017 diperingati sebagai Hari Anak Internasional atau Hari Anak Sedunia atau juga disebut Hari Anak Universal.

Secara Internasional Hari Anak atau Childern’s Day diperingati setiap tanggal 1 Juni, sedangkan secara Universal diperingati pada tanggal 20 November. Hari Anak merupakan event penting yang peringatannya memiliki tanggal yang berbeda-beda setiap negara. Perayaan sekaligus hari besar ini bertujuan untuk menghormati hak-hak bagi seluruh anak di dunia.

Cikal bakal Hari Anak Internasional bermula dari seorang pendeta bernama Dr Charles Leonard, pendeta dari Universalis Gereja Penebus di Chelsea, Massachusetts.

Dr. Leonard mengadakan layanan khusus hanya untuk anak-anak pada bulan Juni tahun 1856. Untuk pertama kalinya Hari Anak Internasional di canangkan di Inggris pada 20 November 1954, Inggris mendorong semua negara untuk mempromosikan kesejahteraan anak-anak di dunia.

Tanggal tersebut telah ditetapkan oleh Badan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Organisasi Anak yang disebut UNICEF. Organisasi ini mengadakan event Hari Anak Sedunia pada bulan Oktober 1953 untuk pertama kalinya, yang kemudian disusul keputusan Majelis Umum PBB pada tanggal 14 Desember 1954, yang isinya penetapan tanggal 20 November sebagai Hari Anak Sedunia. Setiap negara bebas menentukan tanggal yang berbeda-beda, namun tujuan dan inti event tersebut tetaplah sama, yaitu menghargai serta menghormati hak-hak yang harus diterima oleh seorang anak.

Hari Anak Sedunia bukan hanya hari untuk merayakan anak-anak saja, tetapi untuk memberikan kesadaran kepada anak-anak di seluruh dunia yang telah menyerah pada kekerasan dalam berbagai macam bentuk, mulai dari eksploitasi dan diskriminasi.

Anak-anak digunakan sebagai buruh di beberapa negara, tenggelam dalam konflik bersenjata, hidup di jalanan, dan menderita karena perbedaan baik itu agama, isu-isu minoritas, atau cacat. Anak-anak merasakan dampak perang dengan menjadi mengungsi karena konflik bersenjata atau menderita trauma fisik dan psikologis.

Hal ini disebut dengan istilah “Children and Armed Conflict”. Perekrutan dan anak menjadi tentara. Seperti yang terjadi di beberapa negara di timur tengah dewasa ini. Mereka hidup di bawah dentuman bom yang setiap saat dapat menghampiri mereka.

Bersumber dari Wikipedia, Saat ini ada sekitar 153 juta anak-anak antara usia 5 dan 14 yang dipaksa menjadi pekerja anak.

Organisasi Perburuhan Internasional pada tahun 1999 mengadopsi Larangan dan Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak termasuk perbudakan, pelacuran anak dan pornografi anak.

Di Indonesia, untuk menunjang kesejahteraan anak dan melindungi hak-hak anak, baik secara hukum dan perundangan, terdapat banyak hal yang telah dilakukan oleh negara kita. Diantaranya dibentuknya UU No. 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak yang isinya juga memuat ketentuan tentang masalah anak di Indonesia. Kemudian, Instruksi Presiden No. 2 Tahun 1989 yang isinya memuat pembinaan kesejahteraan anak sebagai landasan hukum terciptanya dasawarsa Anak Indonesia 1 pada tahun 1986 – 1996 dan dasawarsa anak II pada tahun 1996 – 2006.

Dan tidak hanya itu saja, terdapat pula Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Badan atau organisasi KPAI ini fungsinya adalah sebagai institusi independen yang mengawasi pelaksanaan upaya perlindungan anak yang dilakukan oleh institusi negara serta melakukan investigasi terhadap pelanggaran hak anak yang dilakukan oleh negara. KPAI juga dapat secara langsung memberikan saran dan menyampaikan secara langsung kepada Presiden tentang berbagai upaya yang dapat dilakukan terkait dengan perlindungan anak di negara kita.

Usaha-usaha lain yang dilakukan untuk menjamin hak-hak anak di Indonesia oleh pemerintah adalah adanya penggantian nama Kementrian Pemberdayaan Perempuan menjadi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang dimulai pada Kabinet Indonesia Bersatu pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini semua diharapkan semua masalah anak dapat ditangai secara intens dan dan lebih fokus, mengingat banyak sekali tindak kekerasan dan pelecehan yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia dan belahan dunia lainnya.

Anak merupakan aset penting bagi sebuah bangsa, sehingga pendidikan dan pengasuhan yang diberikan harus mampu meningkatkan kualitas anak dimasa mendatang. Pendidikan harus dinomorsatukan, akan tetapi pola pendidikan yang diberikan harus mengarah pada potensi yang kita punyai. Artinya, bagaimana membangun nilai-nilai kerja keras, optimisme pada anak, bagaimana membangun karakter yang siap tahan banting serta berani bersaing. Selain pendidikan di bangku sekolah, pembangunan nilai-nilai luhur kepada sang anak juga sangat penting.

LEAVE A REPLY