Pemda Luwu Utara Gelar ‘Temu Bisnis’ Bersama 50 Investor

MakassarOKE, Makassar – Bidang Promosi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemda Kabupaten Luwu Utara, menggelar kegiatan Temu Bisnis di Hotel Claro Kota Makassar, Rabu (10/7/2019)

Dalam temu bisnis yang dikemas dalam ‘Investment Gathering’ yang dihadiri oleh sedikitnya 60 investor dari berbagai perusahaan daerah dan nasional tersebut, Wakil Bupati Thahar Rum memaparkan lima sektor yang menjadi fokus potensi dan peluang investasi di Luwu Utara. Kelima sektor potensi investasi itu yakni, sektor perkebunan dan tanaman pangan, sektor peternakan, prikanan, pariwisata dan sektor IKM/UMKM.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Luwu Utara Ahmad Yani menyebut dari lima sektor yang difokuskan untuk pengembangan investasi di Luwu Utara, Sektor Perkebunan yang paling dilirik oleh investor.

“Realisasi penanaman modal untuk sektor perkebunan hingga bulan Mei 2019 ini telah mencapai 48 Milyar dan kami tengah membangun dua pabrik sawit dengan nilai investasi 250 milyar terdiri dari produksi masing 30 ton perjam untuk satu pabrik sawit,” uangkapnya.

Lebih lanjut Yani menjelaskan melalui Temu Bisnis ini kami berharap investor bisa melirik berbagai potensi yang bisa dikembangkan di Luwu Utara, “kita coba menghubungi investor yang kapabel dibidangnya, seperti perusahaan swasta, BUMN, serta kedutaan negara, Ulas Yani.

Kepala Bidang Promosi DPM-PTSP Luwu Utara, Eny Abadi Joko menjelaskan bahwa PM-PTSP terus melakukan promosi Luwu Utara dengan berbagai potensi di dalamnya, sehingga menarik Investor untuk melakukan pengembangan investasi. “yang penting kita berbuat dulu untuk luwu” Imbuh Eny.

Usai pemaparan potensi investasi Luwu Utara menghasilkan penanda tanganan MOU Pemerintah Daerah Luwu Utara dengan lima perusahaan nasional dan asing yakni, Perusda Agro (rumput laut), Perusda agro (jagung), PT Bogatama Marinusa (udang), Association of the indonesia Tours and Travel Agencies (asita) – (pengembangan pariwisata)
dan yang terakhir MoU bersama PT Maju Awindi Berjaya pada pengembangan ikan bandeng.

LEAVE A REPLY